Hai kalian semua, aku iseng buka and then I realize that blog ini usang banget ya, hahaha ... Post terakhirnya tanggal 16 Juni dan ini sudah akhir Agustus. Wow, tahan sekali diriku tidak internetan selama ini, wkwk.
Ya, cukup dululah basa-basinya. Aku cuma mau promosi buku pertamaku, Julia & Daun Ginkgo di seri Bentang Belia-nya Bentang Pustaka. Aku udah ada foto cover sih, tapi adanya di HP, maaf ya, hehe.
Bukunya kumpulan cerpen dari 7 penulis yang memenangkan lomba menulis cerita fantasi. Cerpenku berjudul A World Without Math. Silakan serbu di toko buku terdekat, yaaa ^^
Thursday, 22 August 2013
Saturday, 15 June 2013
What A Great Birthday Party!
Holaaa! Finally aku bisa nyentuh blog lagi setelah ditinggal hiatus
gegara UKK. Oke, I bring you an amazing
story!
Salah satu bestie-ku, Adissa Denaya Dano a.k.a Adissa tuh ultah 15 Juni
kemaren. Ternyata, bundanya nelepon pihak sekolah untuk membantu membuat
jebakan buat Adissa. Jadi, anak-anak kelas 7Amazing, kelasku tercinta, diminta
untuk bantu-bantu juga. Bantu apaan? Ya bantu akting pura-pura gatau apa yang
terjadi.
Jadi, skenarionya itu, Pak Narto, guru Matematika paling baik yang pernah kukenal tapi nilaiku gapernah di atas 90 (yaampun, buka kartu, nih. Aulia cian banget gapernah dapet seratus, HAHAHA. Eh, pernah deng. Pas semester satu, bab bilangan bulat, MUAHAHAHA. Oke, abaikan), manggil Adissa ke kantor karena dia harus remedial. KKM Matematika itu 70 dan nilainya di bawah 50. Unexpected plan, sih. Aku diseret Adissa dengan sadis supaya nemenin dia pergi ke kantor.
Jadi, nyampe kantor, Adissa diceramahin macem-macem. Dan bukan cuma nilai
Math Adissa yang gak tuntas, tapi juga IPA dan Bahasa Inggris.
Baca itu baik-baik! BAHASA INGGRIS! GILA!
Aku cuma cengo, gak nyangka kalo rencana penjebakannya sampai sesadis
ini. Adissa yang selalu dapat nilai 100 di tiap pertemuan mapel Bahasa Inggris
nilainya gak tuntas?!
Adissa mewek di tempat. Tapi dia enggak menangisi Matematika dan IPA,
melainkan karena Bahasa Inggrisnya yang kata Pak Narto gak tuntas. Pak Narto hebat
banget, tau di mana kelemahan Adissa. Adissa itu bisa down banget kalo dibilangin Bahasa Inggrisnya rendah. Yaiyalah, Bo,
Bahasa Inggris mah, gak ada sulit-sulitnya.
Dan perbincangan selanjutnya adalah, Adissa terancam gabisa naik kelas
karena ada 3 matpel yang gak tuntas. Dan yang bikin shock itu ya karena Adissa anak kelas A. Di mana-mana juga kelas A
kan kelas unggulan—tempat anak-anak berkacamata yang majalah favoritnya adalah
buku Fisika tebel dan tontonannya adalah kartun edukasi— berkumpul.
Adissa pamit sama Pak Narto dan sepanjang perjalanan balik ke kelas,
dia mewek gaberhenti-berhenti. Mana nyampe kelas pake ada acara banting kursi,
lagi. Yusri, cowok paling pendek di kelas lari-lari ke Axel dan Aldo yang lagi
anteng internetan menggunakan laptop Weda. Akumah langsung gabung sama mereka
berdua karena kayaknya yang dicari di internet itu asyik banget. Dan ternyata
Axel dan Aldo membuka fanpage kelas
7A di fb. Sampulnya kece, Bo, aku nampang di situ, hehehe.
“Heh, si Adissa kenapa, tuh? Dia kok, banting kursi sambil nangis?”
tanya Yusri pelan.
“Halah, dia itu lagi dikerjain. Hari ini, ‘kan, dia ulang tahun,” jawab
Aldo cuek. Matanya nyalang ngeliatin layar laptop, sibuk natap sampul fanpage itu.
Yusri manggut-manggut doang, mengerti. Gak lama kemudian, Adissa
nyariin aku dan bilang dia lagi pengen silet.
“Buat apaan, sih, nyari silet?” tanyaku.
“Mending aku bunuh diri kalo aku gabisa naik kelas,” jawab Adissa
dengan nada suara datar. Baca itu baik-baik. Bunuh diri! Gila!
“Heh, jangan ngomong gitu, ah, Dis. Orang bunuh diri itu jaminannya
neraka, loh. Mau masuk neraka, kamu?” aku menasihatinya sambil senyum, hampir
ketawa.
“Iyadeh. Bener juga. Yaudah, aku gak jadi bunuh diri,” sahut Adissa
santai.
**
Sekitar jam sembilan, Adissa dipanggil lagi ke kantor di mejanya Pak
Narto. Aku yang nganter diusir (duh, kata-katanya sadis, haha) Pak Narto,
disuruh keluar. Begitu urusan Adissa selese, dia cerita sama aku kalo Pak Narto
minta nomor HP bundanya. Katanya sih, ortunya Adissa mau ditelepon, diajak
bicara soal nilai Adissa. Padahal mah, ortunya udah janji mau dateng jam
sepuluh.
Finally, jam sepuluh dua mobil berhenti di depan sekolah. Gerbang langsung
dibuka dan beberapa om-om masuk sambil memanggul kardus-kardus besar. Ternyata,
itu adalah makanan yang mau dibagiin sama anak-anak 7A. Wih, bingkisannya kece.
Satu anak dapat satu porsi ayam mini KFC. Padahal, di tempat tinggalku gaada KFC,
loh. Kayaknya, ayam-ayam itu dipesan dari Tarakan dan dikirim via pesawat.
Malinau-Tarakan, mah, cuma 15 menit doang.
Dan saat itulah I’m realizing
that how rich Adissa’s parents are, HAHAHA. Satu porsi ayam mini KFC, satu
bingkisan yang isinya macem-macem snack,
dan satu buah kue blackforest gede
yang di atasnya ada tulisan ‘HAPPY BIRTHDAY, ADISSA’ adalah bingkisan buat
anak-anak 7A. Kardus-kardus yang isinya adalah barang-barang yang kusebutin
tadi dibawa masuk ke kelas. Adissa enggak tau ini semua karena dia dan kedua
ortunya ada di kantor. Adissa pasti panas-dingin, tuh, hehe.
Sampe setelah semuanya selesai, beberapa ibu-ibu masuk dan duduk
bersama kami. Hm, kutebak sih, mereka semua adalah teman-teman bunda Adissa.
Ayahnya Adissa itu tentara dengan pangkat tertinggi di Malinau. So, mereka mungkin diundang. Dan
kado-kadonya gede-gede, Bo, bikin iri dan penasaran, “Apa sih, isinya?” wkwkwk
...
Kepala Pak Narto keliatan di jendela. Kelas langsung senyap. Begitu Pak
Narto membuka pintu, kepala Adissa nyempil dan keliatan kaget dengan keadaan
kelas. Dia langsung meluk bundanya sambil nangis uhuk-uhuk dan itu bikin orang
satu kelas ketawa. Kami spontan nyanyiin lagu happy birthday dan PESTA DIMULAI!
Bu Riza— sebagai guru yang dimintai tolong sama bunda Adissa— bertindak
sebagai MC acara. Dia minta ada orang yang ngewakilin anak-anak 7A untuk
nyampein harapan-harapan buat Adissa kedepannya.
“NAH, KEFAS! AYO BERDIRI! PIDATO, PIDATO!” Anak-anak 7A kompak banget
nyuruh Kefas, hahaha. Bukan tanpa alasan, sih. Semua udah tau kalo Kefas suka
sama Adissa dan kami paham kalo saat ini bener-bener pas buat si Kefas, HAHAHA.
Bu Riza yang juga guru BK, tempat curhat orang satu sekolah, tau apa
yang terjadi dan beliau cuma ketawa. Kefas cuma nunduk dan Adissa nepok jidat,
nampak panik dengan keadaan, atau mungkin sama kata-kata yang bakal dilontarin
Kefas. Udah satu menit terbuang dan nampaknya Bu Riza paham apa yang dirasain
Kefas, sehingga dia meminta Axel sebagai Kepala Suku a.k.a ketua kelas untuk
menyampaikan sambutan.
“Harapan saya buat Adissa adalah semoga makin patuh sama orangtua, blablabla ...”
Maaf ya, sambutannya Axel galengkap, aku lupa, hehehe.
And then, aku disuruh menyampaikan sambutan karena aku adalah sahabat terdekatnya
Adissa. Gila, gue gak bisa pidato! :(
“Harapan saya buat Adissa adalah ...” Pokoknya, sambutanku gak beda
jauh sama Axel. Selanjutnya, Novia juga dimintai sambutan karena dia adalah
teman sebangkunya Adissa. Setelah acara harapan dan doa selesai, Adissa niup
lilin dibarengi nyanyian ‘Tiup Lilin’. Setelah itu, Adissa nganterin orang
sekelas dengan sepotong kue dan ketika dia nyampe di kursinya Kefas, anak
sekelas kompak bersuit-suit =))
Selanjutnya, kami ngelemparin tepung, hahaha. Meski aku bukan yang
ultah, tapi aku kecipratan juga. Anak-anak cowok masih duduk anteng sama ayam
mereka sambil ngobrol-ngobrol, sedangkan anak-anak cewek udah pada putih semua.
“Eh, lemparin anak-anak cowok, yuk,” ajakku kepada Adissa yang paling
putih di antara kami semua. Dia juga udah kayak nenek-nenek karena rambutnya
beruban, hahahah.
“Ayo!” Adissa semangat.
Axel, Aldo, Deevryan, Tata udah pada ngacir begitu aku sama Adissa
ngejar mereka. Josua yang masih sibuk sama ayamnya juga gak kalah panik.
“Tunggu! TUNGGU BENTAR! AKU NYELAMETIN AYAMKU DULU!” seru Josua sambil
memasukkan kotak berisi paket ayam mininya ke dalam tas dan mengikuti langkah
sahabat-sahabatnya.
Dan sekarang, Aldo sendirian yang masih gak kena tepung. Teman-temannya
ngacir ke WC dan ke depan sekolah di mana tempat sebuah profil tank berdiri keukeuh untuk mencuci badan. Aldo udah
terpojok. Di belakang dan samping kirinya adalah tembok dan samping kanan
adalah kursi. Dengan leluasa, aku dan Adissa melumuri badannya dengan tepung.
Dan yang paling penting, sambil berjinjit karena Aldo lebih tinggi satu
sentimeter dariku, aku langsung naburin tepung ke kepalanya.
“
Aduh!” jeritnya sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang kena tepung.
Aku dan Adissa ketawa puas.
“Pulang-pulang, Aldo langsung ada kutunya, tuh, hahaha,” ledekku.
“Hahaha. Bener banget,” sahut Adissa seraya memberikan jempol kepadaku.
Setelah acara lempar tepung selesai, saatnya photo session! Lucu juga ngebayanginnya, soalnya yang dibersihin
cuma muka, sedangkan baju masih pada celemotan tepung. But, whatever! Justru itu yang bikin momen ini gabakal terlupakan.
Maaf gabisa ngasih foto-foto di photo
session karena bahkan aku sendiri belum dikasih, hehe.
Last but not least, HAPPY
BIRTHDAY ADISSA! WYATB, DEAR ({})
Thursday, 13 June 2013
Unforgettable Moment in UKS!
Haloooo! Aulia baru balik dari hiatus Ujian Semester Genap! Doakan aku bisa ngalahin temen-temen dan paling enggak dapet peringkat 2, ya. Amiiin O:)
Okesip. Jadi, mulai kemaren itu classmeeting dan tadi pertandingan futsal. Trus, kakinya Aldo berdarah. Trus, dia pincang. Trus, Metha sama Nia ngajak minta kunci UKS ke Bu Helmi. Trus, setelah dibujuk, Aldo mau ke UKS. Trus ....
Aldo: "Mana jarum?"
Metha: "Enggak ada suntikan di sini."
Aldo: "Aku enggak minta suntikan. Aku minta jarum."
Me: "Mana ada jarum di sini."
Aldo: "Kalo gitu, gunting aja."
Me: "Meth, mana gunting?"
Metha: "Enggak ada gunting."
Me: "Nah, enggak ada gunting."
Aldo: "Kalo gitu, benda tajam lainnya ajalah."
Me: "Kakimu kenapa juga?"
Aldo: "Enggak pa-pa. Eh, Meth, ambilin rivanol."
*Metha membuka lemari, trus ngambil rivanol. Deevryan tau-tau dateng.*
Deevryan: "Eh, Do, nih ada alkohol. Tetesin, ya."
Metha: *buru-buru dateng* Heh! Mana boleh ditetesin alkohol!"
Aldo: "Iya, Yan. Tetesin alkohol, trus ambil korek. Trus... Duar! Kakiku meledak. Gitu, 'kan?"
Deevryan & Metha: *ketawa*
Me: ...
And then, Metha jadi kayak pembantu aja, disuruh ngambil macem-macem, aku cuma nonton, haha. Jadi, sebenernya Metha niatnya ngajakin aku yang notabenenya suka sama dunia obat-mengobati buat ngobatin Aldo. Tapi, malah dia yang sibuk sendiri sama lukanya. Sampe si Aldo minta benda tajam lagi dan menggeledah lemari. Begitu dapet staples, dia langsung ambil isinya. Ternyata, ada darah beku di kakinya, mau dikeluarin. Pantes dia minta benda tajem dari tadi -__-
Btw, aku kagum loh, sama kemampuannya Aldo. Hm, bukan apa-apa, I think he could be a doctor for himself. Yah, soalnya, secara gitukan dia cowok, trus kalo diliat dari mukanya, kayaknya kurang meyakinkan gitu, HAHAHA *ini capslocknya jebol beneran apa karena iri ya? hm, okeoke abaikan.
Jaid, intinya, contohin nih, cowok pinter satu ini. Be a doctor for yourself! *maksa
Okesip. Jadi, mulai kemaren itu classmeeting dan tadi pertandingan futsal. Trus, kakinya Aldo berdarah. Trus, dia pincang. Trus, Metha sama Nia ngajak minta kunci UKS ke Bu Helmi. Trus, setelah dibujuk, Aldo mau ke UKS. Trus ....
Aldo: "Mana jarum?"
Metha: "Enggak ada suntikan di sini."
Aldo: "Aku enggak minta suntikan. Aku minta jarum."
Me: "Mana ada jarum di sini."
Aldo: "Kalo gitu, gunting aja."
Me: "Meth, mana gunting?"
Metha: "Enggak ada gunting."
Me: "Nah, enggak ada gunting."
Aldo: "Kalo gitu, benda tajam lainnya ajalah."
Me: "Kakimu kenapa juga?"
Aldo: "Enggak pa-pa. Eh, Meth, ambilin rivanol."
*Metha membuka lemari, trus ngambil rivanol. Deevryan tau-tau dateng.*
Deevryan: "Eh, Do, nih ada alkohol. Tetesin, ya."
Metha: *buru-buru dateng* Heh! Mana boleh ditetesin alkohol!"
Aldo: "Iya, Yan. Tetesin alkohol, trus ambil korek. Trus... Duar! Kakiku meledak. Gitu, 'kan?"
Deevryan & Metha: *ketawa*
Me: ...
And then, Metha jadi kayak pembantu aja, disuruh ngambil macem-macem, aku cuma nonton, haha. Jadi, sebenernya Metha niatnya ngajakin aku yang notabenenya suka sama dunia obat-mengobati buat ngobatin Aldo. Tapi, malah dia yang sibuk sendiri sama lukanya. Sampe si Aldo minta benda tajam lagi dan menggeledah lemari. Begitu dapet staples, dia langsung ambil isinya. Ternyata, ada darah beku di kakinya, mau dikeluarin. Pantes dia minta benda tajem dari tadi -__-
Btw, aku kagum loh, sama kemampuannya Aldo. Hm, bukan apa-apa, I think he could be a doctor for himself. Yah, soalnya, secara gitukan dia cowok, trus kalo diliat dari mukanya, kayaknya kurang meyakinkan gitu, HAHAHA *ini capslocknya jebol beneran apa karena iri ya? hm, okeoke abaikan.
Jaid, intinya, contohin nih, cowok pinter satu ini. Be a doctor for yourself! *maksa
Tuesday, 9 April 2013
Best Friends
Best friends
Understand when I say forget it
Wait forever when I say just a minute
Stay by my side when I say leave me alone
Listen for hours when I am crying on the phone
Those time we go so crazy, people think we're high
The times we make each other laugh so hard until we cry
Those are the reasons why we're called best friends
**
For Metha Rizky, Theresa Triyessy, Nia Adi, Adissa Denaya, and many more people, thank you for coloring my life with the joy and happiness.
Understand when I say forget it
Wait forever when I say just a minute
Stay by my side when I say leave me alone
Listen for hours when I am crying on the phone
Those time we go so crazy, people think we're high
The times we make each other laugh so hard until we cry
Those are the reasons why we're called best friends
**
For Metha Rizky, Theresa Triyessy, Nia Adi, Adissa Denaya, and many more people, thank you for coloring my life with the joy and happiness.
Friday, 5 April 2013
Westlife -My Love
An empty street
An empty house
A hole inside my heart
I’m all alone and the rooms are getting smaller
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together
And oh my love
I’m holding on forever
Reaching for a love that seems so far
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again, my love
I try to read
I go to work
I’m laughing with my friends
But I can’t stop to keep myself from thinking
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together
And oh my love
I’m holding on forever
Reaching for a love that seem so far
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again, my love
To hold you in my arms
To promise you my love
To tell you from the heart
You’re all I’m thinking of
I’m reaching for a love seem so far ...
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again, my love
Tolong koreksi ya, kalo ada yang salah ^^
An empty house
A hole inside my heart
I’m all alone and the rooms are getting smaller
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together
And oh my love
I’m holding on forever
Reaching for a love that seems so far
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again, my love
I go to work
I’m laughing with my friends
But I can’t stop to keep myself from thinking
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together
And oh my love
I’m holding on forever
Reaching for a love that seem so far
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again, my love
To hold you in my arms
To promise you my love
To tell you from the heart
You’re all I’m thinking of
I’m reaching for a love seem so far ...
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again, my love
Tolong koreksi ya, kalo ada yang salah ^^
Tuesday, 5 March 2013
Renungan Pagi
Kala sang fajar mulai menampakkan dirinya malu-malu
Saat malam berpamitan pada penduduk dunia
Waktu itulah harapan-harapan baru bermunculan
Kala itulah kesempatan kembali diberikan Sang Pencipta
Takkah kau pernah sadari keindahan mentari ketika ia mulai
menyingsing?
Tidak pernahkah kaubersyukur ketika kau masih bisa menikmati
keelokan pagi?
Aulia Azizah
Senin, 18 Februari 2013, 20.57 Waktu Indonesia Tengah.
Malinau, Kalimantan Timur.
Tentang Seorang Gadis Kecil
Gadis
itu termenung, termenung sendiri ditemani setumpuk buku
Matanya
melihat pada buku, tapi aku tahu, pikirannya tidak di sana
Angan-angannya
terbang, di antara awang-awang biru dan mendarat di sebuah rumah kecil
Ada
seseorang yang telah menyita semua perhatiannya di sana
Sambil
membaca buku, gadis itu bersenandung,
“Hei,
kamu. Apa yang membuatku tidak bisa berhenti memikirkanmu? Ini semua membuatku
gila, hanya kau yang bisa membenarkannya.”
Aulia
Azizah.
Minggu,
3 Maret 2013 21.38 WITA
Subscribe to:
Posts (Atom)